Desa Karanggupito adalah sebuah desa yang secara
geografis terletak pada posisi 07°35'-7°464'
Lintang Selatan dan 111°15'-111°880' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini
adalah berupa dataran tinggi yaitu sekitar 655 m di atas permukaan air laut.
Berdasarkan Data BPS Kabupaten Ngawi tahun 2011, curah hujan di Desa Karanggupito rata-rata
mencapai 2.740 mm.
Secara administratif, Desa Karanggupito terletak di
wilayah Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi dengan posisi dibatasi oleh wilayah
desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Ngrayudan Kecamatan
Jogorogo, Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Hutan Alam Gunung Lawu, Di
sisi Selatan berbatasan dengan Desa Karangrejo Kecamatan Kendal, sedangkan di
sisi timur berbatasan dengan desa Sidorejo Kecamatan Kendal.
Jarak tempuh Desa Karanggupito ke ibu kota kecamatan
adalah 6 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan jarak
tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 46 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar
1,5 jam.
Luas Wilayah Desa Karanggupito adalah 1.447,260 Ha. Luas
lahan yang ada terbagi ke dalam beberapa peruntukan, yang dapat dikelompokkan
seperti untuk fasilitas umum, pemukiman, pertanian, perkebunan, kegiatan
ekonomi dan lain-lain.
Luas lahan yang diperuntukkan untuk pemukiman adalah
161,118 Ha. Luas lahan yang diperuntukkan untuk Pertanian Perkebunan adalah
398,523 Ha. Luas lahan untuk Persawahan dan perkebunan adalah 11,6150 Ha. Luas
lahan Hutan Produksi dan Lindung adalah 889,240 Ha. Luas pemakaman umum 1,190
Ha. Sedangkan luas lahan untuk fasilitas umum perkantoran, sekolahan, lapangan
olah raga, dan sumber air adalah 5,062 Ha.
Wilayah Desa Karanggupito secara umum mempunyai ciri
geologis berupa lahan tanah berbukit dan berbatu yang hanya cocok sebagai lahan
perkebunan karena tidak ada pengairan. Secara prosentase kesuburan tanah Desa
Karanggupito terpetakan sebagai berikut: sangat subur 11,615 Ha, subur 398,523
Ha, sedang 161,118 Ha, tidak subur/ kritis 6,252 Ha. Hal ini memungkinkan
tanaman palawija dan tanman perkebunan baik tanaman buah-buahan, cengkeh dan
tanaman pohon kayu tahun atau kayu hutan sedangkan tanaman padi hanya bisa
sekitar 7 Ha.
Berdasarkan data yang masuk tanaman palawija seperti
kacang tanah, kacang panjang, jagung, dan ubi kayu, ubi jalar, serta tanaman
buah seperti durian, pepaya, apokat, rambutan dan pisang serta cengkeh juga
mampu menjadi sumber pemasukan (income) yang cukup handal bagi penduduk Karanggupito.
Untuk tanaman perkebunan, jenis tanaman bambu dan cengkeh
merupakan tanaman unggulan Masyarakat Karanggupito..
Jenis tanah berbatu, berbukit dan kurangnya mata air di
Desa Karanggupito ini menjadi kurang bagus sebagai lahan pemukiman yang merata,
sehingga penyebaran penduduk umum mengelompok ditempat yang agak datar.
Sedangkan masyarakat Desa Karanggupito pada umumnya dalam membangun rumah
adalah terbuat dari tembok. Namun sebagian masih terbuat dari bahan kayu dan
bambu ini dikarenakan tersedianya bahan yang diperoleh oleh masyarakat dari
tanaman kebun sendiri yaitu pohon Sengon atau dinding, pohon mahoni, pohon nangka dan bambu.
Sedangkan keberadaan struktur tanah yang berbukit juga
mengakibatkan jalan-jalan cepat rusak karena tergerus oleh air yang cukup deras
pada saat musim hujan. Karenannya,
pilihan teknologi untuk membangun jalan dari bahan-bahan yang relatif bertahan
lama menjadi pilihan utama diantaranya jalan makadam dan rabat.
